Rabu, 18 Januari 2012

H-U-J-A-N

kini kubiarkan kau turun
gemercik nadamu begitu ramah
menghapus langkah nya yang kian hilang
hujan, kuingin kau terus menemaniku dikala kelabu hatiku
hujan, walau kau sesaat tapi ku bisa resapimu
kau terlihat pucat seperti biasanya
bening, kau tak berubah tetap lah air bukan pasir
kau bawa pelangi dikala kau mulai tenggelam
indah dan sejuk kurasa hati ini
tapi pelangi itu tidak lah abadi
sekejap dia hilang menyamarkan warnanya yang kian pudar

Malam, bicaralah

senja kian terlelap malam pun menjelang
tak hanya gelap kini bintang lenyap tertutup awan kelabu
malam tak bicara
isyaratnya menyentuhku
perlahan ku terpaku
hening rasanya
suara itu teredam kedap
lagi lagi ini tentang cinta
sangka ku tak urung membuatku bingung
berkata ku pada malam
apa tatkala malam tiba aku akan tetap sendiri?
apa setelah malam itu menjadi pagi aku akan mendapatkan mentari? Sementara aku hanya menginginkan kau bintangku
tapi kemana kah dimanakah saat malam itu
gelap itu
sunyi itu
ku hanya berteman bayangku

hatimu tidaklah sempurna

Hampa ini menusuk menjadi bagianku
terbelenggu aku akan sepi
kini dua telah menjadi satu-satu
beri aku setitik api untuk menghangatkan jiwa yang telah beku ini
aku diam dan waktu tetap berjalan
kau bawa kemana ceriaku?
senyum ini telah hilang
walau kau indah ternyata hatimu tak sempurna
hatimu tak peka
hatimu selalu terlelap
hatimu bisu